Mencoba mengulas ttg Forgiveness..
Judul tesisku yang awalnya terlihat menarik... :D
Pertama kali ambil topik ini cm tau Forgiveness itu adalah memaafkan... Ternyata Forgiveness itu gak cuma sekadar memaafkan yang selama ini mungkin sering dilakukan...
Sebagai contoh: A meminjam benda kesayangan B dan barangan kesayangannya itu rusak.. B blg "sorry yaa aku ngerusakin barang km.. :(" lalu A bilang "Tenangg.. aku uda maafin km kok.. :)" tapi dibalik itu A masih nangis uring-uringan karena benda kesayangannya rusak. Ini yang dibilang cuma sekadar maaf saja...
Kadang kita gak sadar kalau berbuat salah dengan orang lain dan bilang maaf... Biasanya itu cm maaf di mulut aja.. :D
Soo, apa sih arti Forgiveness yang sebenarnya?
Menurut Chitayat, Cook, Denmark, Okorodudu, Rubin, Sigal, Simon, dan Takooshian (2006) Memaafkan didefinisikan sebagai proses meliputi perubahan emosi
dan sikap yang berkenaan dengan individu yang bersalah.
Nah, gimana coba kita bener-bener bisa merubah emosi dan menghadapi orang yang berbuat salah sama kita? Kalau masalah cuma gara-gara temen gak sengaja injek kaki kita, temen gak sengaja menabrak dan menjatuhkan buku-buku kita.. mungkin masalah kayak gitu bisa kita maafin begitu aja... Tapi kalau masalahnya uda berkenaan sama perasaan kita gmn? apa segampang itu merubah rasa sakit, marah kita? tentu enggaa yaa.. :(
Ada buku karangan Robert Enright yang mengatakan Forgiveness is a choice.. Pastinya ya.. Memaafkan itu pilihan kita kok.. Tapi kadang pilihan ini berbasiskan balas dendam ataupun rasa gengsi.. "Malu ahh minta maaf dlan, gw kan gak salah." atau "ngapain gw maafin dia... Harusnya biar dia tau rasa, sakitnya gw gmn"
celetukan yang begini yang harusnya dihindari.. KENAPA?
Ada beberapa manfaat dari memaafkan loh:
a). Adanya pemulihan psikologis
b). Meningkatkan kesehatan mental dan fisik
c). Menyelesaikan konflik yang terjadi
kenapa bisa begitu? coba yuk kita inget-inget siapa yang pernah salah sama kita dan gak pernah kita maafin?
Lalu inget-inget deh.. apa yang kita rasain saat harus berhadapan muka sama orang itu.. pasti kita teringat selalu sama masalah-masalah yang dia lakuin sama kita, trus kepala kita jadi sakit, emosi mulai meledak-meledak.. kalau kita ketemu cm 1x dan gak sengaja sih gak masalah, tapi kalau orang itu jadi partner bisnis atau jadi salah satu staff di kantor kita.. berapa kali kita bisa merasakan rasa sakit, emosi, dll.. Dan pastinya kerjaan ita pun gak maksimal dan jadi merugikan diri sendiri lohh...
Soo, yukk kita belajar untuk memaafkan orang lain dengan menghadapi kemarahan kita sendiri dan mengelolanya menjadi sesuatu yang lebih positif..
Gimana sih kita bisa murni memaafkan orang lain? Tentuknya diri sendiri dulu yang memang benar-benar ingin memaafkan orang tersebut...
Lalu, ikuti tahapan dari Robert Enright ini :D
Tahap 1: uncovering phase, orang mengeksplorasi kemarahan, atau kebencian sebagai pengaruh yang kuat pada kehidupan mereka.
Tahap 2: decision phase, meliputi membuat keputusan untuk mencoba dan memaafkan.
Tahap 3: work phase, ketika seseorang mencoba untuk memaafkan dengan membingkai kejadian, menerima sakit hati, dan mencoba untuk mencari pengertian dari alasan tindakan orang yang melukai.
Tahap 4: deepening phase, saat individu mencoba memperoleh perasaan mendalam dari pengertian sebagai hasil dari luka yang selama ini dihadapi.
Keliatannya simple n gampang, tapii gak segampang membalikkan telapak tangan loh... makanya harus dari diri kita sendiri dl yang memang mau untuk memaafkan.. :D
Berani mencoba?? It's ur choices :)
"Forgiveness is the sweetest revenge"
-Isaac Friedman-
by: MelodyPiano
No comments:
Post a Comment