Thursday, August 22, 2013

Why Melody??

Ada seseorang yang bertanya “Kenapa sih kamu memilih kata melody untuk setiap kata2 atau identitas diri kamu? Apa sih sebenernya arti melody?” Mungkin disini aku belum pernah ulas dan mungkin aku sendiri belum kepikiran untuk menjelaskannya. Awalnya memang aku pun gak kepikiran sama sekali kenapa aku memilih kata Melody..

Awalnya aku memilih kata Melody itu karena aku selalu hidup dengan music, well gak selalu sih, cuma aku emang sangat senang dengan music. Melody merupakan bagian dari music itu sendiri. Dan saat aku mulai beranjak dewasa *ketinggan kata-katanya*, aku mulai berpikir apa sih landasan aku hidup di dunia ini? Apa yang ingin aku capai di dunia ini? Dan kata Melody inilah yang memang terbesit dalam pikiranku. Melody merupakan bagian dari music dan melody itu sendiri artinya adalah serangkaian nada dalam waktu. Dalam teori music, ada kata nada dan ritme. Inilah yang melandasi kata Melody tersebut. Ritme ini sendiri adalah pengaturan bunyi dalam waktu.

Tanpa kita sadari seluruh kehidupan kita terpengaruh oleh nada dan ritme. Contoh mudah, jantung kita. Jantung kita berdetak dengan memiliki ritmenya sendiri. Dan kalau kita dengar orang mendengkur saat tidur, kadang untuk sebagian orang itu adalah hal yang paling menganggu.. tapi tanpa disadari itu merupakan ritme dan bunyi yang dihasilkan oleh tubuh kita. Hahaha.. Simple kan, secara gak sadar ya kita sudah hidup bersama dengan melody. Dengan bunyi-bunyian pun bahkan bisa merubah suatu partikel air sesuai dengan bunyi yang kita berikan. Seperti halnya penelitian yang dilakukan oleh salah seorang peneliti dari Jepang Dr. Masaru Emoto. Kebayang partikel air aja bisa berubah dengan bunyi. For further info : http://indocropcircles.wordpress.com/2012/11/05/air-dapat-mendengar/

Lainnya, aku pun memilih melody dapat disamakan dengan roda kehidupan kita yang terus berputar. Seandainya kita flashback atau merefleksikan kehidupan kita, roda kehidupan kita pun menghasilnya melody yang berbeda. Derap langkah, nafas, bahkan hal yang biasanya kita lakukan sehari-hari pun akan berubah sesuai dengan kondisi saat itu. Derap langkah dan nafas misalnya, saat kita dalam situasi yang memang excited, senang dan bersemangat mungkin nafas kita akan normal dan derap langkah kita enteng dan bersinergi serta bersemangat. Berbeda saat kita sedang sedih tidak bersemangat, derap langkah tentunya menjadi lesu dan tidak bersemangat, bahkan hembusan nafas pun menjadi terasa lebih berat. Saat disamakan dengan lagu-lagu klasik pun tampak sama, kita dapat melihat jenis lagu yang memiliki warnanya sendiri dan saat kita baca sejarah dari lagu tersebut kadang lagu itu dibuat saat situasi yang berbeda-beda.

So, itulah alasan aku untuk memilih melody sebagai pedoman dalam setiap hal yang berhubungan dengan aku. Selain itu, aku juga memilih melody karena aku tidak dapat hidup tanpa music, entah kegiatan apa yang aku lakukan namun tetap music merupakan bagian keseharianku. Walaupun ada hanya beberapa jenis music saja yang memang bisa cocok di telingaku :p Tambahan lain untuk icon Piano yang selalu aku pakai pada setiap akhir postingku.. Satu-satunya alat music yang aku senangi adalah piano. Walaupun aku tidak menguasai piano namun aku sempat kursus piano sekitar 1,5 tahun. Dan tetap skill pianoku tidak bertambah, namun piano masih tetap menjadi alat music favoritku karena kesan elegan yang selalu tercermin dari piano dan nada yang dikeluarkannya. Jadi itulah paduan aku dari MelodyPiano..



By: MelodyPiano



Thursday, August 15, 2013

Beban mental sebuah Profesi

Judulnya agak berat memang.. Terinspirasi buat bikin tulisan ini udah cukup lama, hanya saja belum terealisasikan untuk di publish dan disempurnakan.

Terinspirasi dari kelulusan aku menyandang gelar Magister Psikologi, Psikolog. Makin panjang plus berat deh tuh nama.. hihi.. Gelar yang semakin panjang gak menimbulkan kebahagiaan sih buat aku, justru menambah beban yang cukup berat dengan tanggung jawab yang lebih besar. Sejak masa sekolah, kuliah awal gak kepikiran bisa menyandang gelar sepanjang itu dan seberat itu. Kepikiran hanya menjadi orang berhasil yang bakal menghasilkan banyak uang. hahaha.. 
Selama proses menjadi psikolog pun jatuh bangun, kesandung sana-sini.. Proses berat dan panjang.. Tapi disinilah aku mulai belajar banyak hal yang menjadi bekal untuk aku menjalani profesi baruku nantinya. Setelah aku mulai magang dan praktikum aku baru sadar menjadi seorang psikolog gak sekadar menerima curhatan orang, kasih advice andddd FINISH!! Salah besar, walaupun banyak orang yang menganggap kerjaan psikolog gampang dan gak butuh tenaga ekstra.. Disinilah terkadang kita lupa sama beban dari sebuah profesi yang dijalani seseorang.. Psikolog juga manusia yang tetap punya perasaan kesel, sedih, bete, sakit.. Dan apa yang akan mereka lakukan saat perasaan itu muncul dan mereka harus menerima klien? Ya, tentu saja mereka harus memakai topeng.. Hal mudah mungkin untuk beberapa orang yang tidak mengerti seberapa besar tenaga yang mereka pergunakan untuk menjadi pendengar dan pemberi nasehat yang baik dikala mereka sedang dilanda rasa sedih yang mendalam. Belum lagi saat banyak orang (sahabat terutama) yang memaksa mereka untuk memberitahukan bagaimana cari mengerjakan psikotes, padahal psikolog dihadapkan dengan segudang kode etik yang melandasi ruang gerak mereka. Namun inilah yang orang awam kurang paham.. 

Hal lain yang mungkin aku lihat dari profesi lain yang memang aku baru dalami belakangan ini. Seorang teman lama yang menyandang gelar seorang dokter. Walaupun hanya seorang dokter umum, namun beban mental yang ditanggungnya pun berat.. Kebanyakan orang menganggap betapa enak dan nyamannya kehidupan seorang dokter yang bisa bebas jam kerjanya.. Tapi dibalik itu orang-orang gak pernah sadar sama beban yang mereka tanggung saat salah satu pasien mereka meninggal, pasien yang mereka tangani benar-benar tidak tertolong, saat mereka menghadapi pasien gawat darurat. Kebanyakan orang hanya menuntut supaya sang dewa penolong memberikan usaha terbaik. namun saat usaha terbaik hingga keringat terakhir dokter apa orang akan menghargai sebagai pekerjaan yang mulia? terkadang tidak saat hasilnya tidak sesuai dengan yang mereka inginkan. Mereka cenderung menyalahi dokter dan tidak sedikit yang menuntutnya menjadi sebuah malpraktek. Hal yang memang berat untuk dihadapi seorang dokter.
Teman lama ini membuatku terinspirasi dengan beberapa kisahnya saat menghadapi pasien yang meninggal, pasien darurat yang membutuhkan pertolongan. Munculah pertanyaan dia "Dokter adalah penyelamat jiwa namun siapa yang akan menjadi Life Saver untuk seorang Dokter?" hal ini menginspirasikan aku membuat 

'Medical Psychology Philosophy'.. 
If a doctor need a life safer there will a psychologist beside him for safe his life and if a psychologist need a self healer there will be a medical doctor will heal her.
Catharina Nidyaputri, 2013

Hasil perenungan setelah perbincangan antara saling keterkaitan tentang kelemahan kami sebagai manusia yang masih memiliki perasaan dan membutuhkan orang lain untuk saling berbagi. Mungkin tidak hanya berlaku kepada profesi psikolog dan dokter, profesi lain tetap bisa saja saling melengkapi.. filosofi ini aku buat untuk menyalurkan dalam bentuk kata-kata kalau manusia dapat menjadi seorang ahli terapis masing-masing.. So, come on.. jangan selalu menganggap setiap profesi itu hidupnyaa enak dan santai.. We are just still a human... 

By: Melody Piano



Wednesday, December 19, 2012

Lets start the journey... Trip to Singapore Part 2


Day 1 – Sunday, 9 december 2012
     Aku berangkat ke airport naik Damri dari pool bus di Botani Bogor.. Naik bus yang jam 07.00am sampe bandara 08.00am.. karena naik air asia jadi langsung menuju ke terminal 3.. terminal paling ujung, paling baru dan paling keren.. hahahaha.. Cuma paling sedikit makanan yang ada disana ... huhu.. Aku dan rombongan nunggu di J.co sambil sarapan J.co dan menunggu 2 temenku makan bekal dari rumahnya.. Setelah mereka selesai, aku langsung check in bagasi.. Kami udah web check-in jadi nanti tinggal bayar airport taxnya ajaa...
Pemandangan dari ruang tunggu

     Setelah selesai check-in bagasi, kami naik ke ruang tunggu dan langsung masuk ke ruang tunggu dengan membayar airport tax sebesar Rp 150.000,- (penerbangan internasional). Kami Boarding sekitar jam 11.10am dengan jadwal penerbangan jam 11.20 penerbangan sangat singkat kurang lebih 1 jam 40 menit... Selama di perjalanan, seperti biasa flight attendant nya menjajakan jualan mereka dan membagikan kertas untuk data imigrasi masuk ke negara lain.. Landing mulus pada jam 2.00pm (waktu singapore.. beda 1 jam lebih cepat dari Jakarta). Akhirnya kami sampai di Changi Airport dan  segera memasukkin kawasan imigrasi... (harap-harap cemas). Orang-orang imigrasi ini mukanya judes-judes semua.. hahaha...
      Setelah kami semua melewati bagian imigrasi, segera hunting peta Singapore.. Sebelumnya sih udah bawa juga dari Indo.. jaga-jaga disana gak ada.. Akhirnya kami mulai mencari info untuk bisa sampai ke MRT station dan menuju ke penginapan. Aku mencoba menanyakan direction untuk ke MRT, namun tidak banyak yang menjawab sesuai dengan yang aku inginkan.. sampai akhirnya sepupuku menemukan orang yang lagi telponan pake bahasa indonesia.. Setelah ia selesai tlp, sepupuku langsung nanya caranya ke MRT, dll.. akhirnya di kasih tau tempat MRTnya.. Pas sampe depan counter MRT, aku uda sok PD pake bahasa inggris.. ternyata si penjaganya orang Indonesia.. Jadi dia ngomong bahasa Indonesia.. haiss >.<!! Akhirnya kami dapet deh kartu MRTnya :D 
WELCOME SINGAPORE!!! 
Sebelum Trip, pesenku sih uda baca tuh peta-peta MRT supaya gak lama buat baca petanya.. lebih gampang dihapal utk cewe itu MRT pake jalur warna, tinggal liat aja kapan harus interchange, dll.. Dari changi airport (jalur hijau) transit di tanah Merah (masih jalur hijau.. si kereta emang terminate di stasiun ini) kemudian turun di Outram Park ganti ke jalur ungu (baca arah dan petunjuk) setelah itu turun di Chinatown... harus hati-hati juga untuk baca jalur exit.. karena kadang exitnya kemana gituu.. kebetulan penginapan aku di Pagoda Street, jadi aku cari arah keluar situ.. Dari situ uda keliatan langsung kok tulisan 5footwayinn.. Cuma ngelewatin 3 toko deh.. Sampe di chinatown jam 4.00pm (check-in time 3.00pm), ini karena kita nyari-nyari peta, nyari jalan :D
     Setelah check in, mandi dan beres-beres. kami langsungjalan lagi.. tempat utama yang di cari adalahhhh tempattt makannn!! Kan belum makan dari Indo sejak pagii.. :D kami jalan sepinggiran chinatown mencari makanan yang hrgnya berkisar S$3-5.. (di kurs dengan mengalikan ke Rp 8000,-). Aku sambil bbman sama temen di Indo buat tanya lokasi makan yang emang murah... hahaha.. dan akhirnya aku nemu satu restoran yang harganya cukup wajar yaitu di Pindaoju di Mosque Street. Kami dengan PD pesen makanan pilihan masing-masing.. Kendala di Chinatown ini orang-orang jarang ada yang bisa pake bahasa inggris, overall semua bahasa Mandarin... huhuhu >.<! Jadi mereka gak bisa mendeskripsikan porsi kami.. pas datang... porsinya amat sangattt gak WAJAR... ini terlalu berlebihan... ini family restaurant yang harusnya bisa dimakan bareng-bareng... hiks... Cuma ya uda lahh... nothing can do! Hahaha.. nikmatin ajaa.. itung-itung isi bensin... hihihi.. akhirnya setelah selesai makan, kami langsung balik ke MRT station dan menuju Orchard Road.. ngeliat hiasan-hiasan natal yang keren-keren... :D sekalian nyari barang-barang diskonan...
Orchard Rd
MRT Chinatown
      Pas di Orchard, aku turun di Orchard MRT Station dan kita kyk berada di belahan dunia yang salah... karena gada hiasan sama sekali.. ternyata harus agak muter kebelakang sedikit.. jadi kt mamaku (setelah sampai ke Indo) harusnya turun di Sommerset.. haiyahh.. gakk dikasih tau sih... :p gpplahh.. itung-itung membakar makanan td itu.. hahahha....Kami jalan-jalan sampai kurang lebih jam 9.00pm dan segera pulang ke hostel utk rest buat bsk pagiii :D

Day 2 – Monday, 10 December 2012
Spot buat breakfast
     Hari kedua ini aku habiskan untuk di Sentosa Island :D USS – Merlion – Song of the sea.. Kami breakfast dl sebelumnya di Hostel dengan menu simple tapi oke banget :D Kegiatan kami start pada jam 6.00am.. (jam 5.00am waktu JKT).. hahaha.. Selesai breakfast kami jalan menuju MRT pada pukul 6.30am.. (MRT aktif jam 6.00am – 11.30pm). Rute ke Sentosa ini enak menurutku.. dari MRT Chinatown tinggal ambil arah ke Habour Front kemudian ke Vivo city naik ke level 3 trus transit ke Sentosa Station.. Kami sampe di Vivo sekitar jam 6.45am.. Alhasi cari spot dl untuk foto-foto.. haha.. sampai kurang lebih jam 7.30am, kami langsung ke sentosa station dan on the way ke USS.. 
Dari Vivo sentosa juga uda keliatan
    Sampai USS itu masihh sepii bangett.. dari Vivo ke sentosa itu cepet bangett.. paling kalau sampai ujung stasiun itu (beach station) sekitar 15 menit deh.. Mumpung masih sepi aku foto2 dl tuh di depan bola dunia nya USS.. Itu wajibb jadii objek foto! Hahaha..  Jam 9.00pm aku ke kiosk 9 di basement buat tuker tiket USS yang sebelumnya uda aku pesen di Indo (Tx Travel ITC Surabaya). Sempet kesel gara-gara bukanya lama tuh counter.. Eh pas nunggu ketemu sama koko2 dari Jakarta juga.. Mungkin gara-gara aku ngomong pake bahasa Indo kali yaa, jadi dia memberanikan diri buat nanya juga.. hahaha.. Akhirnya kita ngantri bareng trus pisah setelah aku dapet karcisnya.. dan foto2 lagi dehh sambil nunggu gerbangnya di buka..


Pas masuk ke USS, aku dan sepupuku berpisah dengan temanku, karena takutnya gak semua bisa dinikmatin barengan... Aku gak terlalu banyak mau naik wahana, Cuma mau foto-foto.. hahaha.. Yang pasti aku naikin itu madagaskar, shrek, transformer, light camera action!, trus nonton cowo2 ganteng ngedance ... hahahha... Sisanya aku dan sepupu aku ngejer karakter2 buat difoto-foto... 





PEMANDANGAN DI SEKITAR USS ^^













Aku selesai muter-muter di USS jam 5.30pm, udah cukup cape... abis itu keluar buat belanja coklat!! Buat Chocolovers, siap2 khilaf yaaa!! Semua serba menarik, enak dan murah.. hahaha... abis belanja langsung dilema mau kemana abis itu.. ke Maritime Museum ato engga.. soalnya uda pada cape semua.. Oya, kalau pergi ke USS itu lebih baik pakai sepatu kets yaa!! Lebih nyaman buat si kaki untuk jalan... J Alhasil kami Cuma mampir bentar trus keluar lagi.. Karena uda kecapean kali yaa.. jadi keliatannya gak menarik.  Kami langsung lanjut monorail lagi ke Imbiah Station.. disitu ada Merlion Raksasa.. Kata seorang kenalan di Hostel Merlion disitu  ibarat ayah merlion dan yang di merlion park itu mama dan anaknya.. hihihi... Aku pikir, uda sampai sentosa klo gak mampir ke si ayah merlion sayang banget hihihihi... Cuma foto-foto sebentar trus lanjut ke Beach Station untuk nonton Song Of the Sea (S$12 – standart ticket). Kami makan malam di Food Republic di Vivo City dan kemudian langsung pulang dengan kondisi lelah ^^ FUNTIME!! 
Sentosa Island
Day 3 – Tuesday, 11 December 2012 – Mustafa, Little India, Bugis, Esplanade, Merlion Park, Marina Bay Sands
     Masuk day 3, rasanya semakin gak rela banget harus pulang ke Indo... Malam terakhir di Singapore. Harus dimanfaatkan sedemikian rupa.. Keliatan dari Judulnya kyknya ini paling banyak jalan-jalannya yaa :D. Sebenernya sih sama aja.. Cuma emang kita lebih banyak jalan.. (maaf yaa teman2 yang kmrn kakinya aku paksa jalan). Aku tipe anak yang tidak bisa berhenti.. Sekali berhenti it means STOP FOREVER alias berasa capenya.. jadi aku lebih baik jalan terus, puter-puter.. hihihi..
Situasi daerah Little India
Roti Prata
     Dari Hostel tujuan utama ke Mustafa karena dia kan pusat perbelanjaan 24 hours, maka berangkat pagi pasti udah buka.. hahaha.. untuk naik MRT, baiknya turun di Farrer Park Station ya.. biar lebih dekat jalnnya. disini gudangnya semua barang.. Cuma kemarin  sasaran aku coklat, parfum, lotion aja.. sisanya gak banyak aku liat-liat.. tapi kata temen memory card, fashion sebenernya cukup murah juga disini.. tapi klo aku uda liat coklat pasti khilaf deh.. hihihi.. Coklat termasuk murah, lindt yang terkenal super duper mahal di indo disini cm S$3, pokoknya khilaf dan panenn dehh... lotion pun sama.. Lotion Jergen (menurut temen aku bagus) katanya di Indo sampe Rp 95.000,- disana hanyaa S$5.90/250ml (sekitar Rp 47.200,-). Hahaha.. gak tau lagi sih.. Tapi yakin aja yg temenku bilang itu bener.. kalo salahh ya itung-itung nyobain produk Singapore.. hahahha.. Sambil nemenin temen-temen aku belanja, aku sama sepupu aku nyobain roti prata asli India hihihi...
Esplanade Therater
      Abis dari Mustafa aku langsung menuju ke Bugis.. Ini juga sama, pusatnya aksesoris dan fashion buat cewe.. pas kesini, uangku uda ngepas bgt (baiknya bawa uang lebih yaaa.... :D) akhirnya aku Cuma beli tas yang harganya S$10 dapet 3.. hihihi.. Karena barang bawaan kami udahh banyakk banget.. akhirnya aku putuskan untuk balik dulu ke hostel baru jalan lagi menuju MBS. Tapi disini entah siapa yang salah.. lagi-lagi kami tersesat.. Kami turun di City Hall dan keluar di depannya Cathedral Church trus mau menuju ke Merlion Park.ternyata jalannya harus muteerrr dannn jauhhhh.. hahahha.. sampe akhirnya temen-temenku give up di esplanade Theatre.. Aku tanya-tanya sendiri, liat-liat keatas, dll.. Dari situ aku kayak adventure ssendiri.. (always love my ‘me time’) hahaha.. Sorry yaa teman2 kalauu membuat kalian kesal saat ini :p

Merlion Park
      Akhirnya sampailahh kami di Merlion Park, icon Singapore yang gak boleh dilewati sama sekalii.. hahaha.. ada merlion kecilnya juga.. dari situu aku jalannn sampai ke MBS.. hmm.. pemandangan yang sangat menyenangkan buat aku... tujuan terakhir kamii adalahhh garden by the bay.. tapiiii.. cuaca tidak mendukung.. jadii kami gak jadi ke Garden by the bay dan water specktacular pun terlewatkan.. huhu... Alhasil kami pulang ke hostel dengan kondisi LELAH.. hahaha.. tapi aku sama sepupuku tetep aja jalan keliling Chinatown buat cari makan malam sekalian liat-liat hostel-hostel yang mungkin bisa di suggest untuk next trip.. hihihi.. Kami makan malam lagi di Pindaoju Restaurant.. Sebagai penutupan makan di Singapore.. hahaha.. Now, this is our quality time beetween cousin.. hihihi.. Jam 11 malam kami kembali lagi ke Hostel dan tidurr... Niteee 


Day 4 – Wednesday, 12 December 2012 – Chinatown, Changi Airport
Garden by the Bay
Marina Bay Sands at the Morning
Oke, last day! Holiday is over, girls... Membuang rasa penasaran aku arrange waktu buat ke Garden By the Bay sama temen2.. hahahha.. (rugi lahh gak kesana..) Kami start jam 6 pagi dan langsung menuju ke Bayfront station.. Akhirnyaa... sampailah di Garden By the Bay pagi-pagi buta.. (lebay.com). Udara Sejuk bangett.. dingin dan habis ujan... yipiiiee!! Mulai lah kami mengeluarkan senjata andalan masing-masing... KAMERA!! Hahaha.. Pencahayaannya amat kurang bagus dan kamera aku juga masih belum aku kuasain dengan baik.. huhuhu.. Jadii fotonya ala kadarnya aja dehh.. heheh.. yang penting unforgetable memory uda di keep di otak dan alam bawah sadar.. :D Setelah itu, kami langsung pulang lagi ke hostel sekitar jam 8.00pm dan masih kebagian breakfast.. (our last breakfast.. hikss..) Sehabis beres-beres semua, Check-out dan mulaii dehh jalan ke Changi.. bye byee 5footway inn... Byee chinatown.. (lambai-lambai sapu tangan)..
Changi Airport
    Sesampainya di changi, aku langsung nyari Watson, beli olive oil titipan mamaku.. Khasiatnya bisa diliat sendiri di mbah google yaa, readers.. :D yang pasti Good untuk kulit... Aku dan sepupuku jalan-jalan sedikit memutari airport dan mencari lokasi makan yang murah.. Akhirnya kami menemukan KFC.. gak ada salahnya nyobain KFC ala Singapore. Jelas ayamnya lebih enak dan bumbu Crispynya unik.. hihihi.. I like it!! Yipiiiee... Terakhir aku foto-foto dan belanja lipstick titipan kakak iparku dan beli Bakerzin... Yummm.. Hahahha.. Finally, this is the last day at Singapore... Byee Singapore.. See You next time!! Majulah Singapura! (moto Singapore di SGD).. Flight Back to Indonesiaa... 


-THE END-
By: Melody Piano




Monday, December 17, 2012

Trip to Singapore Part 1


ê Trip to Singapore ê

Helloww... uda lama gak ngeblog lagi.. bingung sih kemarin mau bahas apa.. tapii sekarang ada satu topik yang pengen dibahas panjang x lebar hahaha...
Yups! Seperti tertulis di judul.. Trip to Singapore... Mau sedikit berbagi cerita di Singapore.. Sekalian jadi kenang2an tulisan sampe nanti punya anak-cucu.. (lebay.com)..

Ini adalah first trip aku sampai ke luar negeri (walaupun hanya ditempuh dalam waktu 1 jam lebih).
Rasanya excited banget saat mama kasih tawaran untuk ke SG.. Awalnya temenku ngajakin ke Bali... pas itu ada promo tiket murah dari AirAsia.. tapi setelah dibanding2, Bali sama Singapore harganya sama... ya uda lah yaa.. ke Singapore aja.. Hahaha... Aku beli tiket dari bulan Maret 2012. Promo waktu itu PP 598.000,- untuk keberangkatan tanggal 9 Desember 2012. Aku rasa harga yang masuk akal untuk bulan yang termasuk high season. Aku pesen tiket utk berempat (aku, temenku, sepupuku dan pacarnya). Sehabis pesen tiket aku mulai mencari tau gimana sih budaya Singapore itu... Apa aja yang ada di Singapore, cari info ketemen2 yang memang uda pernah kesana sebelum aku.. Awalnya aku punya 2 optional bulan.. September / Desember (promo yang tersedia bulan itu). Yaa, itung2 Desember lebih oke karena pastinya Christmas Spirit disana lebih kerasa.. Dan itu adalah pilihan yang TEPAT!

Judul Trip aku ini sebenernya ‘BACKPACKERS’ karena kita pengen ngirit.. Namun ortu ku berkata lain, pengennya aku hidup terjamin di apartemen :D tapi banyak temen yang suggest aku untuk tinggal di hostel khusus backpackers karena murah banget dan bisa menekan pengeluaran disana. Dari Maret 2012 aku uda mulai cari info2 soal Singapore dan penginapan, dll. Hingga akhirnya temenku ada yang mau ikut dan saudara temanku juga mau ikut.. namun tentunya tiket pesawat gak bisa semurah yang aku beli.. Mereka dapet 100.000,- s/d 150.000,- lebih mahal dari aku. Masih cukup worthed lah ya..

Namun dengan berjalannya waktu mendekati keberangkatan, temanku cancel, begitupun sepupunya. Temanku yang lain malah ngajak kakaknya sampai pada akhirnya pacar sepupuku cancel juga berangkat.. Tiket Promo bro&sis.. jadi no refundable and no changable name.. Jadi tiketnya hangus begitu aja..

Oke, bahas persiapan setelah tiket2 pesawat yaa...

Preparation saat mau pergi pelesir itu:
  1. Yang pasti PASPOR! =)
  2. Harus tau dulu deh situasi dan kondisi tempat yang bakal di kunjungin.. musim negara tersebut, kebiasaan, dll.. cari tahu budaya mereka.. kalau buat cewe yang suka memperhitungkan pakaian yang bakal dibawa juga perlu cari tahu gimana model fashion disana.. hahahha... colokan model gimana di negara itu.. Kalau di Singapore colokannya model kaki tiga..
  3. 3.       Cari tahu lokasi penginapan kalian, deket gak sih sama public transportation, jangan sampe kalian harus berjalan bermil2 untuk dapetin kendaraan.. hahahha...
  4. 4.      Siapkan list tujuan wisata kalian..
  5. 5.       Bikin Itinerary walaupun trip sendiri.. ini penting mengatur waktu kalian!! Jangan wasting time di negara orang itu sama aja cuma pindah bobo.. hahahha
  6. 6.      Cari-cari peta lokasi.. Mbah google bisa menjawab kok untuk sementara..
  7. 7.      Jangan terlalu berpikir kelaparan di negara orang.. (bawa indomie, roti, air minum sampe koper penuh).. Kalian Trip itu buat seneng-seneng.. kuliner lah dikit-dikit.. klo pergi rombongan, 1 porsi bisa saling mencoba/saling share aja... biar agak irit..
  8. 8.      Browsing juga soal provider yang aktif disana, atau telponin satu2 CS provider di indonesia.. hahaha.. mana yang lebih murah..  Kemarin aku pake XL dapet gratis roaming 3 hari.. hari terakhirnya pake fasilitas WIFI dehh.. hihihihi
  9. Hmmm.. apa lagii yaa..?? kemarin sih aku Cuma nyiapin itu aja.. hahahaha...

 Oke lah.. Lanjuttt...!! Selama persiapan di Indo, aku search Penginapan dari mbah Google.. Kakak ipar aku suggest buat cari di agoda.com tapi aku agak pusing pas nyari disana, kurang jelas sama perhitungan jumlah kamar, dll. Aku sempet frustasi karena begitu masuk ke website resmi hotel, harga jauhh lebih mahal.. masih sedih meratapi agoda.com sampe tanya kanan kiri.. Akhirnya aku baru aja inget kalau seorang teman kasih aku buku liburan ke Singapore terbitan Elex dan Travelhemat.com.. Iseng2 berhadiah sih aku tengok aja websitenya travelhemat.. banyak benget pilihan hostel, dll.. tapi semua di link lagi ketempat lain.. ini bener-bener mengandalkan keberanian pas aku pesen hostel.. dengan modal membaca review hotel, peta MRT, mbah google dan doa aku mulai cari-cari hostel.. waktunya udah tinggal 3bulan lagi pas aku pesen penginapan.. Karena mamaku orientasi pemikirannya masih layak tinggal di apartemen. Akhirnya aku jatuh cinta sama salah satu hostel di daerah chinatown, Singapore. Namanya 5footwayinn chinatown project 1. Harga relatif wajar dan murah.. untuk 3 malam aku kena ± Rp 850.000,- itu dapet dari link hostelbookers.com infonya sangat lengkap..

Aku dan rombongan (4 cewe semua) menyewa 1 kamar private (tidak digabung dengan orang lain) dengan shared bathroom... cukup okelah.. dengan bunkbed (ranjang tumpuk). Aku seneng banget sama interior mereka. Karena simple, white and nice! Gak bisa dijelaskan dengan kata2 deh.. info lebih lanjut bisa cek di webnya langsung www.5footwayinn.com/en/chinatown/location or diFBnya www.facebook.com/5footway lengkap dengan foto-foto mereka juga..
Sehabis mencari penginapan aku mulai membuat itinerary Trip di Singapore.. Walaupun dibikin kurang lengkap dan sempurna, tapi seengganya cukup mewakili setiap rute jalan-jalannya.. J

Lanjutt next blog yaa.. kepanjangan klo di gabungin jadi satuu :D
By: MelodyPiano



Thursday, November 29, 2012

'Me Time'

Terkadang di tengahnya kepenatan, pusing, dan permasalahan yang ada antara diri kita sendiri dengan orang lain akhirnya membuat kita ingin menjauh sejenak dari segala kondisi yang menjenuhkan.. Jawabannya adalah 'Me Time' waktu kita menikmati waktu-waktu sendiri dan dapat merenung, mungkin refleksi juga. Buat aku awalnya bukan sesuatu yang mudah harus melakukan apapun sendiri tanpa berinteraksi dengan orang lain. Rasanya kosong dan sepi banget.. Walaupun dulunya aku anak yang pendiam dan cenderung sering menyendiri.. Namun, memasukki masa-masa kuliah, aku lebih sering mencari teman dan tidak suka dengan kesendirian..
Pada saat mulai s2, aku justru banyak mencari waktu untuk sendiri.Duduk di cafe sendirian, jalan sendiri, makan sendiri.. semua sendirian lah.. Awalnya terkesan gimana sih.. cuma akhirnya i enjoy it! Lebih mengenal diri sendiri merasakan passion kita, mencari jati diri kita.. Me time ini sendiri pun memang dibutuhkan supaya kita lebih bisa mengenal dan memanjakan diri kita sendiri...

Enjoy your time!


by: Melody Piano

Sunday, November 11, 2012

LINGKUNGAN BARU


     Saat kita harus menginjakan kaki ke lingkungan baru mungkin akan terasa sulit dan menyeramkan bagi individu yang tidak mudah beradaptasi dengan suatu hal baru. Pernah gak ngerasain masuk ke dalam lingkungan organisasi yang baru dan kalian gak tau apa2 didalamnya? Atau saat kalian harus berada di tempat kerja pertama kalinya.. Rasanya akan bingung, takut, panik... mungkin hanya untuk beberapa orang sih... Kalau untuk orang-orang yang tipenya supel atau orang-orang yang senang dengan sesuatu yang baru dan menantang biasanya lebih mudah berbaur dengan siapapun dan apapun..
     Sama seperti sekarang yang aku mau sharing sama para pembaca semua.. Saat aku pertama kali masuk ke dalam komunitas kerohanian, sebenarnya aku memang orang yang cukup mudah bergaul dengan orang lain tapi jika harus masuk ke dalam satu komunitas yang aku gak kenal sama sekali, rasanya menakutkan.. Takut kalau orang lain gak welcome dengan kedatangan kita, berasa seperti “tamu tak diundang”. Tapi jika orang lain welcome dengan kehadiran kita, akan lebih mudah untuk mencoba berbaur. Berarti kuncinya harus diterima donk? YA! Kurang lebih begitu.. Orang akan merasa nyaman saat ia diterima, diperhatikan..
     Saat ini aku tergabung dalam satu komunitas rohani muda-mudi, dimana kami  saat ini membutuhkan anggota baru. Akhirnya mulailah ada perekrutan, banyak orang yang masih canggung dan kaku, tapi saat seluruh anggota sebelumnya menerima mereka dengan terbuka maka dengan cepat mereka bisa berbaur bersama dengan kita semua J.
Outing di Kebun Raya Bogor
        Hanya butuh beberapa saat kami dapat menyatu dalam kebersamaan dan keceriaan seakan kami sudah mengenal satu sama lain dalam waktu yang cukup panjang.. J. Kebersamaan kami dalam Rekoleksi sehari membuat kami dapat saling mengenal dan menumbuhkan rasa persaudaraan antara kami J
Keceriaan Kam










"I think togetherness is a very important ingredient to family life. "
Barbara Bush


Thursday, September 13, 2012

The Power Of Sharing


Sharing... Bahasa yang sering sekali kita gunakan di keseharian.. Sharing merupakan adaptasi dari bahasa Inggris. Arti dalam bahasa Indonesia adalah berbagi. Cuma kita lebih sering menggunakan bahasa sharing.. Lebih enak disebut juga sih ya.. :D

Definisi dari kata Sharing itu apa ya?

Sharing itu : unselfishly willing to share with others – berbagi dengan orang lain dengan tidak mementikan diri sendiri. Bahasa gampangnya sih bahasa Indonesia – Berbagi.. karena banyak area yang dapat menggunakan kata “sharing” ini. Waktu masih kecil orangtuaku sering bilang “share sama adiknya ya”. Jadi menurut aku, sharing itu adalah berbagi apapun kepada siapapun tanpa mengharapkan imbalan J

Sharing disini yang mau aku bahas adalah sharing dalam bentuk cerita ataupun tukar pendapat. Buat aku membahas soal ini menarik, karena saat ini aku banyak berkecimpung dalam dunia “sharing” haha.. Dalam satu komunitas rohani Katolik yang aku selami disebutkan bahwa sharing adalah hal yang saling menguatkan. Exactly! That’s right! Cuma menguatkan sebatas apa? Apa yang dimaksud menguatkan?
Orang-orang sering sekali menceritakan sesuatu tentang pengalamannya yang membanggakan namun mereka lebih sering menyembunyikan pengalaman yang menyedihkan. Ini hal wajar dari manusia, gak ada yang mau terlihat buruk di dalam dirinya, semua ingin tampil baik.

Disini aku pun sering mengalami hal yang sama.. Selalu ingin tampil baik sehingga menceritakan seluruh kemampuan aku yang memang layak untuk dibanggakan, namun menyembunyikan segala yang menjadi kekurangan aku. Sejak aku mulai masuk dalam komunitas rohani, aku mulai belajar untuk lebih banyak menceritakan semua hal yang menjadi kelemahanku atau menjadi keburukkanku. Bukan awal yang mudah untuk dapat berbagi sesuatu yang buruk. Ketakutan menjadi jelek dimata orang lain, menjadi tidak dianggap atau dijauhi oleh orang lain.. Tapi saat pertama kali aku mencoba menceritakan hal yang buruk tiba-tiba ada seorang pemuda kurang lebih seusia dengan aku mendekatiku dan mengatakan bahwa ia mengalami hal yang sama dan ia ingin untuk lepas dari kebiasaan buruknya itu. Aku sadar, tenyata aku bisa membantu orang dengan berbagi sesuatu yang bisa aku lewati.

Dari situ aku mulai menerapkan pada diriku sendiri untuk belajar berbagi tentang apa pun kepada salah seorang sahabat terdekatku.. Pacarku, sahabat yang selalu mendengarkan setiap keluh kesahku dan tidak pernah lelah untuk mendukungku. Ternyata bukan hal yang sulit untuk berbagi.

Pada akhirnya aku mencoba mengajak orang lain untuk saling sharing, dengan siapapun.. Hal mendasar dari sepupuku sendiri, ia menceritakan permasalahan yang terjadi dengannya dan akhirnya menjadi semangat untuknya berbagi cerita dengan orang lain. Aku pun bukan orang yang pendiam, tapi selalu membutuhkan temen untuk mendapatkan dukungan atau hanya untuk melampiaskan semua emosi dan kekesalan.

Seperti judul diatas, aku tulis the power of sharing.. Kita gak pernah sadar berapa banyak orang yang dapat tertolong dengan kisah kita... atau berapa orang yang terbantu dengan kita mendukung mereka? Salah satunya, sesuai bidangku di psikologi, selalu menjadi tempat sampah orang-orang bermasalah dan menjadi penampung segala tangis, kesal,dlll.. Namun gak berarti psikolog sudah bisa menyelesaikan setiap permasalahannya sendiri, tapi butuh tempat sampah lain untuk membuang segala permasalahannya.

Terkadang kita selalu merasa permasalahan yang kita alami sudah berat.. tapi banyak orang yang ternyata permasalahannya lebih berat lain. Aku pernah bertemu dengan seseorang yang seneng banget menceritakan suatu hal itu berulang-ulang.. Jujur sih, aku bosan, tapi karena sudah menjadi salah satu sahabat yang dipercaya, maka aku coba dengerin. Setelah 3-4x bercerita, ternyata dia lebih kuat menghadapi permasalahan dan lebih terlihat ceria dari sebelumnya.. Sharing for healing.. itulah.. Kita gak pernah sadar betapa berartinya sebuah cerita dan mengungkapkan perasaan yang sebenarnya kepada orang lain.. ternyata hal yang gak disadari bisa menyembuhkan luka seseorang.. so, keep sharing, guys!

Tips sharing:
  1. Carilah salah seorang yang memang kamu anggap mau mendengarkan cerita kamu
  2. Carilah orang yang memang sudah mengenal dan mengerti kamu
  3. Jangan banyak cerita ke orang lain, karena nantinya kamu akan bingung kalau cerita kamu sampe bocor kemana-mana.
  4. Saat memang kamu ingin didengarkan, katakan saja kalau kamu hanya butuh seorang pendengar, bukan komentator ^^
  5. Jika suatu saat orang yang jadi tempat sharing mulai memberikan sedikit kritik dan saran, ayo, coba didengarkan.. tandanya ia ingin kamu mencoba berdiri sendiri dan menyelesaikan permasalahan kamu..
  6. Jangan terus-terusan kamu menceritakan tentang kamu, kadang mereka ingin didengarkan juga lohh... Timbal-balik yaa..

Good luck! Share struggling problem or something that can make person have a strenght, courage, and motivation to face every part of life. Sharing is healing.


By: MelodyPiano